Rumah Sakit Umum (RSU) yang menjadi mitra BPJS tidak dibenarkan menarik biaya pembelian obat dari pasien. Sebab, biaya perawatan dan pembelian obat setiap pasien menjalani perawat inap di RSU sepenuhnya sudah ditanggung BPJS.
"Jadi, kalau ada RSU di Bengkulu, yang menarik biaya obat dari pasien BPJS perlu dipertanyakan dan segera dilaporkan ke BPJS setempat," kata Kepala Kanwil BPJS wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Ahmad Ansori menjawab pertanyaan SP dan BeritaSatu.com pada acara "Desiminasi Komunikasi Publik Sistem Jaminan Sosial Nasional," di Bengkulu, Jumat (10/7).
Sebab, seluruh biaya perawatan dan pembelian obat setiap pasien baik rawat jalan maupun rawat inap di setiap RSU yang menjadi mitra sudah dibayar oleh BPJS. Karena itu, tidak dibenarkan pihak RSU menarik biaya pembelian obat dari pasien BPJS.
"Jika obat yang diberikan dokter kepada pasien tidak tersedia di RSU tersebut, maka pihak rumah sakit yang harus mencarikan sampai dapat dan tidak dibenarkan dibebankan kepada pasien BPJS," ujarnya.
Ansori mengakui cukup banyak kasus seperti ini, yang dialami peserta BPJS, terutama bagi mereka yang dirawat di RS pemerintah. Bahkan, pasien BPJS kerap kali diremahkan dan anak tirikan oleh petugas RSU.
Padahal, biaya perawatan dan pembelian obat setiap pasien sudah dibayar oleh BPJS. Bahkan pembayaran lebih awal dari kedatangan pasien. "Jadi, kita minta RSU yang menjadi mitra agar dapat memberikan pelayanan cepat dan baik kepada peserta BPJS," ujarnya.
Terkait peserta BPJS di BVengkulu, ia mengatakan, sampai Mei 2015 peserta BPJS di daerah ini tercatat sebanyak 1.091.457 jiwa dari total penduduk Bengkulu sebanyak 1,7 juta jiwa.
"Jadi, kalau kita kalkulasikan ada sekitar 600.000 lebih warga Bengkulu, belum tercatat sebagai peserta BPJS di daerah ini. Mereka tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu," ujarnya.
Untuk itu, Ansori mengimbau warga Bengkulu yang belum masuk program BPJS segera mendaftar, sehingga mendapat jaminan kesehatan. Jika sakit dan dirawat di RSU tidak dikenakan biaya karena ditanggung oleh BPJS.
"Kita berharap kawan-kawan dari media cetak dan elektronik di Bengkulu, dapat mensosialisasikan program BPJS melalui pemberitaan kepada masyarakat di daerah ini, sehingga peserta BPJS terus meningkat di Bengkulu," ujarnya.
Usmin/AF

Tidak ada komentar :